BUDAYA POSITIF (MEMBUAT KESEPAKATAN KELAS )
NURASMAWATI,S.Pd
SDN Paya Demam Dua
A. Latar Belakang
SDN Paya Demam Dua Desa Paya Demam Dua Kecamatan Pante Bidari
Kabupaten Aceh Timu Prov.Aceh Merupakan salah satu sekolah dasar yang berada di
ujung Kabupaten Aceh Timur yang
berdekatan dengan kabupaten Aceh Utara.
Karakteristik dan
potensi anak dapat tumbuh menjadi budaya positif baik dari segi belajar maupun
bertingkah laku. Tujuan pendidikan karakter untuk membangun fondasi dalam
pembelajaran seumur hidup dan bukan hanya mendorong murid untuk sukses secara
moral maupun akademik dilingkungan sekolah, tetapi juga untuk menanam moral
yang baik. Untuk itu disiplin positif dapat menjadi pembiasaan yang dapat
diterapkan di kehidupan sehari-hari. Disiplin sangat penting bagi
perkembangan anak karena berisi hal-hal yang diperlukan anak. Salah satu
disiplin positif yaitu budaya positif “belajar”. Belajar yang efektif
adalah belajar sepanjang hayat serta dapat merefleksikannya dalam pembelajaran
sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman.
Budaya positif disekolah
tidak dapat berdiri sendiri. Semua komponen termasuk didalamnya budaya
ajar. Mengajar yang baik dapat membentuk karakter individu guru dan anak
didik. Guru dapat meningkatkan profesional mengajarnya dengan terus belajar
menemukan hal-hal baru baik dari metode mengajar maupun cara yang efektif untuk
membuat pembelajaran yang menyenangkan sehingga anak didik dapat terus
menemukan karakteristik belajar yang baikdan menyenangkan . Untuk
membangun budaya positif tersebut dibutuhkan komunikasi dan kolaborasi aktif
antara guru dan murid.
B. Deskripsi Aksi Nyata
1. Tujuan
Tujuan yang
ingin di raih di penerapan budaya positif ini adalah:
-
Membuat siswa tidak bergantung kepada orang lain
-
Membuat siswa lebih berani dalam melakukan aktivitas
-
Memotivasi anak dengan segala kelebihan dan kekurangannya
-
Memotivasi anak untuk lebih cakap. Lihat dan mengetahui lebih banyak untuk
mengekspresikan pengetahuan-pengetahuannya baru
- Menumbuhkan sikap
simpati dan empati dengan rasa saling bahu membahu dan bekerja sama
2. Tolak Ukur
Anak yang mandiri
mempunyai tolak ukur seperti di bawah ini
·
Peserta didik menumbuhkan nilai kesopanan dalam dirinya melalui sikap saling
menghormati, menghargai, serta bisa menghindari Kata yang kasa dalam membentuk
siswa yang beradap dan berakhlak dan tanggung jawab dalam dirinya.
·
Terwujudnya Budaya disiplin positif pada diri peserta
didik dan seluruh pemangku didalamnya.
·
Peserta didik mempunyai sikap dan etika sesuai dengan norma
yang berlaku.
Komitmen kelas merupakan salah satu cara untuk membuat sebuah
kelas yang aman dan nyaman sesuai dengan keinginan semua siswa dan tidak keluar
dari koridor. Menerapkan budaya positif yang diawali oleh komitmen kelas
merupakan wujud dari demokrasi atau pembelajaran berpihak pada anak. Dengan
demikian mereka bebas membuat suatu komitmen yang akan disepakati oleh seluruh
siswa dan guru. Tidak lupa didalam komitmen kelas tercantum reward (hadiah) dan
punishment (hukuman).
C. HASIL NYATA YANG DILAKUKAN
1- PERENCANAAN
Perencanaan yang
dilakukan dalam aksi nyata ini adalah guru membuat rencana
pelaksanaan pembelajaran
terlebih dahulu setelah itu melakukan kesepakatan kelas
bersama murid
Kesepakatan kelas menghasilkan
beberapa peraturan yang harus dilaksanakan oleh seluruh siswa dan guru didalam
kelas, di antaranya:
1. Kita semua siswa
hebat
2. selalu siap belajar
3. Berbaris Dan Salam
sebelum Masuk Kelas
4. berdoa sebelum dan
sesudah aktifitas
5. saling menghormati
6. Sopan dan santun
dalam Berbicara
7. jaga kebersihan
8. Tidak Boleh ada Yang
Alpa
9. belajar dengan gembira
10. Mengatur Jadwal
kegiatan sebelum Jam belajar
|
Hari |
Senin |
Selasa |
Rabu |
Kamis |
Jumat |
Sabtu |
|
Jadwal |
Upacara Bendera |
Senam |
Senam |
Pembacaan Asmaul Husna |
Baca Yasin |
Literasi |
2- PELAKSANAAN
Setelah kesepakatan
telah selesai dan menghasilkan suatu kesepakatan dengan
murid, dan guru maka rencana pelaksanaan
pembelajaran pun di lakukan
D. Pembelajaran yang
didapat
1. Kegagalan
Setiap rencana pasti
akan menghadapi sebuah tantangan yang akan muncul dikemudian. Seperti budaya
positif yang dilaksanakan, banyak sekali kendala dan halangannya. Dari mulai
siswa yang lupa dengan aturan yang telah dibuat, “Ngeles” dan ada siswa yang
acuh tak acuh dengan kesepakatan kelas, meskipun mereka sendiri yang
mengajukkan semua kesepakatan kelas itu.
2. Keberhasilan
Tidak ada perubahan yang
instan dalam upaya merubah suatu karakter atau budaya pada suatu lingkungan.
Akan tetapi, dengan semangat kebersamaan dan saling mengingatkan semua berjalan
meski harus tertatih-tatih di awal. Tapi semua berjalan dengan apa yang di
harapkan.
E. Rencana Perbaikan
Kegiatan menerapkan
budaya positif di sekolah yang di mulai dari membuat kesepakatan kelas
merupakan langkah awal yang akan terus berlanjut dengan sedikit
perubahan-perubahan yang harus ditambahkan sesuai dengan kondisi dan situasi
yang terjadi di lapangan. Kegiatan ini merupakan cikal bakal penerapan budaya
positif di sekolah.


Komentar
Posting Komentar